Selamat Datang di blog mas Teddy .... sebagian artikel di blog ini juga terdapat di
kompasiana.

Minggu, 12 Februari 2012

Silsilah Keluarga Yang Hampir Kacau

Ini adalah kisah nyata yang saya baca di majalah wanita di awal tahun '80-an (lupa, Kartini atau Femina). Kisah ini menceritakan seorang ibu yang silsilah keluarganya hampir saja kacau. Sang ibu lahir dari sebuah KB alias keluarga besar seperti umumnya keluarga jaman dahulu. Sang ibu adalah anak bungsu dari 12 bersaudara -oleh karena itu kita sebut saja L, sesuai urutan abjad. Jika dihitung masing-masing anak selisih umurnya 2 thn, maka selisih umur si sulung dengan si bungsu adalah 24 thn. Bisa dibayangkan betapa ramainya keluarga ini.

Kisah ini bermula saat si ibu sedang hamil anak ke 12, yang akhirnya diberi nama L. Pada saat yang bersamaan anak pertama -perempuan bernama A- juga sedang hamil calon cucu pertama. Selang 3 bulan setelah sang ibu melahirkan L, si A juga melahirkan anak perempuan -sebut saja M. Jadi sang tante (L) hanya beda usia 3 bulan dengan (M). Karena masih sebaya, mereka sering main bersama, maklum rumah mereka juga berdekatan seperti layaknya keluarga jaman dahulu. Bagi yang tidak tahu sejarah keluarga ini pasti mengira mereka teman main biasa, padahal tante dan keponakan.
 

Waktu terus berlalu, L dan M selalu bersama, main bersama, sekolah juga bersama malahan mereka satu kelas ketika SD dan SMP. Untuk menjaga perasaan L, orang tua tak henti-hentinya meminta kepada M untuk tidak memanggil L dengan sebutan "tante atau bulik" jika di sekolah atau tempat umum. Masih sekolah SD kok sudah dipanggil "tante atau bulik", begitu alasan para orang tua. Kalau di rumah wajib manggil "tante atau bulik". 
Ketika mereka beranjak dewasa mulailah terjadi hal-hal yang cukup menggelikan. Salah satunya, L melarang M punya pacar terlebih dulu. Masak tante kalah sama keponakan dalam hal pacaran.  Demi menjaga perasaan tantenya, akhirnya M memilih "backstreet" . Setelah L punya pacar barulah M berterus terang tentang pacarnya. Merasa kalah set, L kembali "mengancam" M untuk tidak menikah dulu sebelum L menikah. Untuk kali ini M menolak "ancaman" L. Karena merasa sudah siap, maka M menikah lebih dulu. Merasa panas karena selalu disalip oleh keponakan sendiri, L juga menikah beberapa bulan kemudian. Rupanya L masih saja menebar ancaman kepada M, "kamu boleh nikah duluan, tapi kamu tidak boleh punya anak duluan ! Saya masih muda, saya tidak mau dipanggil "nenek" !" Beruntung, akhirnya L punya anak lebih dulu.

Namun demikian kejadian yang hampir sama terulang lagi. Cicit pertama, -anak dari M, cucu dari A-, usianya hampir sama dengan cucu -entah cucu ke berapa- dari keturunan L.

Selasa, 07 Februari 2012

Deja Vu


Suatu hari ketika sedang pergi jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, Bondet bertemu dengan seseorang. Setelah saling berpandangan beberapa saat, Bondet membuka percakapan,
“ Maaf Mas, sepertinya kita pernah bertemu tapi di mana ya ?”
“ Iya ya, perasaan saya juga sama. Tapi di mana ya ?” jawab seseorang tersebut.
“ Ehmmm .... maaf, kalo boleh tahu mas tinggal di mana ?” tanya Bondet lagi.
“ Di Jl. Gendang Beleq No.333. Kenapa ?” jawab seseorang itu sambil bertanya.
“ Kalau boleh tahu, nama Mas siapa ya ?” tanya Bondet lagi.
“ Nama saya Bendot,” jawab seseorang itu.
“ Ah, ... kalau begitu mas ini kakak saya sendiri,” jawab Bondet.

Jumat, 03 Februari 2012

Apapun Anginnya, Pohon Kelapa Susah Tumbang


Akhir-akhir ini cuaca sedang kurang bersahabat dengan negeri ini. Setelah hujan disertai banjir di mana-mana, kini giliran angin kencang (puting beliung) yang menerjang beberapa daerah, sehingga mengakibatkan beberapa rumah roboh dan pohon tumbang. Tapi, pernahkah Anda lihat atau baca (dan dengar) berita ada pohon kelapa yang ikut tumbang akibat terjangan angin (puting beliung) ini? Kecil sekali kemungkinan atau bahkan tidak ada pohon kelapa yang tumbang akibat terjangan angin kencang atau puting beliung.
Ya, apapun anginnya –mau angin bohorok, angin gending atau angin apa saja namanya- hampir bisa dipastikan susah atau tak akan ada pohon kelapa yang tumbang.
Apa rahasia pohon kepala sehingga bisa bertahan dan tetap tegak meskipun diterjang angin yang begitu kencang? Ada dua penjelasan, yang guyonan dan yang serius. Penjelasan guyonannya adalah konon pohon kelapa mengandung zat-zat yang selama ini dipakai untuk membuat ramuan jamu tolak angin. Penjelasan seriusnya adalah sebagai berikut :
  • Bentuk daun. Bentuk daun kelapa yang streamline lebih mudah dalam meloloskan terpaan angin, sehingga pohon kelapa lebih mudah mengikuti gerakan angin bukan mencoba untuk menahannya.
  • Bentuk batang. Pohon kelapa secara umum termasuk pohon berbatang tunggal alias tidak bercabang. Sangat jarang ditemukan batang pohon kelapa yang bercabang, kalau pun ada jumlah sangat sedikit. Dengan bentuk batang yang hampir bulat sempurna serta didukung jumlahnya yang cuma satu, maka luasan permukaan pohon kelapa yang terkena hempasan angin sangat sedikit dibandingkan dengan pohon yang lain yang berbatang besar dan berdaun lebat.
  • Masih tentang batang. Jika Anda bandingkan pohon kelapa dengan pohon yang lain, untuk umur yang sama, maka hampir bisa dipastikan pohon kelapa lebih pendek daripada pohon yang lain. Pohon kelapa adalah pohon yang sangat lambat pertumbuhannya (istilah kerennya ‘bukan pohon karbitan’atau ‘bukan pohon instan’), tidak asal tumbuh tinggi (jika Anda lihat pohon kelapa yang tingginya belasan meter berarti umurnya sudah puluhan tahun). Artinya pohon kelapa selalu menghasilkan batang yang kuat (bukan keras) tetapi lentur. Batang yang lentur tentu tidak mudah patah daripada batang yang tidak lentur.
  • Akar. Akar menjadi bagian yang paling penting dari pohon kelapa sehingga sangat tahan terhadap terpaan angin. Akar pohon kelapa berbentuk serabut yang menyebar ke segala arah, bukan akar tunggal yang menusuk ke dalam tanah. Jika Anda menggali akar pohon kelapa yang batangnya berdiameter ±30 cm, maka sebaran akarnya bisa mencapai area seluas kurang lebih 2,25 m2 (bahkan bisa lebih), yang setara dengan 32 kali luas batangnya sendiri. Dengan akar yang menyebar secara merata dan luas maka akan menghasilkan daya cengkeram yang sangat kuat pada tanah di bawahnya. Bandingkan dengan pohon beringin atau pohon lain yang berdaun lebat dengan akar tunggal. 
Akar pohon kelapa ini pulalah yang mengilhami Prof. Ir. RM. Sedyatmo ketika menemukan inovasi pondasi bangunan yang dikenal dengan pondasi “cakar ayam”. Hasil penemuan di bidang konstruksi bangunan yang sudah diakui di seluruh dunia dan sudah dipatenkan di beberapa Negara di Asia, Amerika dan Eropa.

Pertanyaan terakhir, dengan beberapa keunggulan dan manfaatnya yang begitu banyak (semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan), kenapa tidak ada partai politik yang memakai pohon kelapa sebagai lambang partainya? Lho …. Apa hubunganya, Pak? Gak ada ! He … he … he ….
NB : tulisan ini pernah saya posting di kompasiana

Featured Posts Coolbthemes