Selamat Datang di blog mas Teddy .... sebagian artikel di blog ini juga terdapat di
kompasiana.

Tampilkan postingan dengan label Joke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joke. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

Mahasiswa Alim

Sewaktu masih kuliah di fakultas kedokteran (meskipun akhirnya tamat juga dengan susah payah), Bondet dikenal sebagai mahasiswa yang pendiam, pemalu, alim tetapi kreatif.

Suatu hari Bondet berkesempatan melaksanakan tugas lapangan, praktek lapangan atau apalah namanya ke sebuah posyandu yang sedang melaksanakan kegiatan imunisasi balita yang tentu saja dipenuhi oleh ibu-ibu beserta bayi-bayi mereka. Pada saat menulis laporan Bondet kebingungan untuk menuliskan kata-kata yang menyangkut hal menyusui, ASI, tetek, payudara, glandulla mamae dan sebagainya (maklum mahasiswa alim). Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya ditemukanlah cara untuk mengganti semua hal di atas (susu, tetek, payudara, glandulla mamae, dll) dengan simbol (.)(.). Jadi pengarahan ibu bidan di posyandu diterjemaahkan menjadi, “...ibu-ibu, yakinlah bahwa air (.)(.) ibu tidak bisa digantikan oleh air (.)(.) sapi atau (.)(.) formula. Jadi janganlah ibu-ibu ragu untuk meny(.)(.)i bayi ibu. Karena selain sebagai makanan utama bayi kita, kegiatan meny(.)(.)i juga mengurangi resiko terjadinya kanker (.)(.) ...”

Jumat, 17 Februari 2012

Nama Saya 'Mangun'

Dulu, sewaktu masih bekerja di sebuah perusahaan kontraktor di Papua, saya sering berinteraksi dengan orang-orang dari Dinas PU. Setelah cukup lama bergaul dengan mereka, saya bisa menarik kesimpulan, jika pimpinannya (entah itu Kasubdin (kepala sub dinas) atau Kabagpro (kepala bagian proyek)) orang Jawa maka kebanyakan anak buahnya/stafnya juga orang Jawa. Begitu juga jika pimpinannya orang Batak, anak buahnya kebanyakan orang Batak. Jika pimpinannya orang Toraja, anak buahnya juga orang Toraja. Jika pimpinannya orang Manado, anak buahnya juga orang Manado.

Suatu saat saya ditempatkan di sebuah proyek yang Kepala Bagian Proyeknya orang Batak. Bisa ditebak, kebanyakan anak buahnya juga orang Batak. Namun demikian, ada seorang staf proyek yang namanya menarik perhatian saya. "Mangun." demikian dia menyebut namanya saat kami berjabat tangan, saling memperkenalkan diri. Wah ... ada orang Jawa nyempil di tengah kerumunan orang Batak, pikir saya. Saya tidak tahu nama lengkapnya siapa. Saya pun hanya bisa menebak-nebak sendiri, mungkinkah Mangun Prawiro, Mangundiharjo atau mungkin Mangundikromo. Entahlah.

Pernah saya perhatikan dia ngomong pakai bahasa Jawa, ketika dia sedang ngobrol dengan atasan saya. Seneng rasanya ketemu saudara satu suku di tengah hutan belantara Papua. Dalam sebuah kesempatan, saya bertanya (dalam bahasa Jawa, tentunya), "Jawanya mana, Pak Mangun?"
"Oh ... saya dari Malang." jawabnya singkat.
"Oh ... Jawa Timur. Saya juga Jawa Timur, juga dari Ma .... Magetan, tapi." balas saya sambil sedikit bercanda.

 Suatu ketika, tiba waktunya pemeriksaan progres pekerjaan untuk penagihan termin. Dalam laporan pemeriksaaan progres pekerjaan tercantum sebuah nama yang cukup asing, 'Eduard Simangunsong' (kordinator pengawas lapangan). Saya pun bertanya kepada atasan saya, "Siapa Eduard Simangunsong ini, Pak?"
"Ya itu, ..... Pak Mangun." jawab atasan saya.
"Lho ... katanya dari Malang. Ternyata Batak juga !" jawab saya dengan nada tidak percaya bercampur geli.
"Ya ... dia itu istrinya orang Malang, lama kuliah di Malang ... mungkin juga SMA-nya juga di Malang."
"Pantesan lancar ngomong bahasa Jawa!"

Pak Mangun ... Pak Mangun ..... kirain Mangun Prawiro atau Mangundiharjo, gak tahunya Eduard Simangunsong!

Entah kenapa, saya jadi teringat dengan Maruli Sitompul, aktor watak yang bermain sangat bagus sebagai pejuang Jawa dalam film "November 1828" karya sutradara (alm) Teguh Karya.

Selasa, 07 Februari 2012

Deja Vu


Suatu hari ketika sedang pergi jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, Bondet bertemu dengan seseorang. Setelah saling berpandangan beberapa saat, Bondet membuka percakapan,
“ Maaf Mas, sepertinya kita pernah bertemu tapi di mana ya ?”
“ Iya ya, perasaan saya juga sama. Tapi di mana ya ?” jawab seseorang tersebut.
“ Ehmmm .... maaf, kalo boleh tahu mas tinggal di mana ?” tanya Bondet lagi.
“ Di Jl. Gendang Beleq No.333. Kenapa ?” jawab seseorang itu sambil bertanya.
“ Kalau boleh tahu, nama Mas siapa ya ?” tanya Bondet lagi.
“ Nama saya Bendot,” jawab seseorang itu.
“ Ah, ... kalau begitu mas ini kakak saya sendiri,” jawab Bondet.

Minggu, 15 Januari 2012

Ingin Sukses ? Ini Resepnya

Dalam sebuah seminar tentang kewirausahaan, seorang pengusaha sukses yang menjadi nara sumber, ditanya tentang resep kesuksesannya. Dan inilah resep yang diberikan sang pengusaha sukses tersebut.

"Jika Anda ingin sukses, maka Anda harus :
  • kerja keras bagaikan kerbau yang membajak sawah
  • rajin bagaikan semut
  • lincah bagaikan kijang atau tupai
  • tegas bagaikan singa, sang raja rimba
  • pantang menyerah bagaikan banteng matador
  • cerdik bagaikan kancil
  • selalu berpandangan ke depan bagaikan kuda yang menarik delman
  • loyal/setia kepada pekerjaan bagaikan anjing yang setia kepada majikannya
dan jangan lupa, minimal enam bulan sekali periksa kesehatan ke dokter hewan."

Maaf, jika Anda pernah membaca atau mendengar joke ini sebelumnya.

Featured Posts Coolbthemes